
Kota Palembang, memiliki banyak kuliner khas lainnya yang memiliki cita rasa tersendiri. Salah satunya Gulo Puan, makanan ini merupakan salah satu kuliner peninggalan sejarah di Palembang yang masih dapat dijumpai hingga saat ini. di zaman kesultanan, gulo puan merupakan kegemaran para bangsawan Palembang. Diolah dari susu kerbau rawa di pedesaan di kawasan rawa-rawa Sumatera Selatan, makanan pelengkap ini merupakan kekayaan rasa yang hadir dari kekayaan alam Sumatera Selatan.
Dulunya Gula Puan hanya dinikmati oleh para bangsawan saja, karena harganya sangat mahal. Bahan dasar Gula Puan murni berasal dari susu Kerbau dan kandungan gizinya jauh lebih tinggi dibandingkan susu sapi. Puan berarti ’susu’ dalam bahasa daerah Sumatera Selatan (Sumsel). Gulo puan bisa diartikan ’gula susu’ sesuai bahan dasarnya, yaitu gula dan susu yang dibuat menjadi sejenis karamel.
Source : https://www.google.com/Teksturnya lembut berpasir yang memiliki warna kecokelatan. Kudapan satu ini cocok untuk teman minum kopi atau makan roti. Proses pembuatan Gula Puan sendiri adalah susu perah kerbau murni yang dicampur dengan gula pasir kuning dan disangrai selama 7-8 jam hingga kering dan berbentuk pasir.
Makanan yang diolah secara tradisional ini hanya dijual oleh beberapa pedagang kaki lima di waktu tertentu saja, yaitu sekitar waktu shalat Jumat di Masjid Agung Kota Palembang. Kadang kala makanan ini juga dijual di Pasar 26 Ilir Palembang pada Sabtu dan Minggu dengan harga sekitar Rp 100.000 per kilogram (kg).

Dibuat Oleh : Hellen Johan Wijaya


